Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Paedagogi Praktis Abad ke-21

Menurut Carpenter (2001) ada dua fungsi penelitian pedagogis. Pertama, untuk menghasilkan pengetahuan baru tentang pengajaran dan pembelajaran, yang akan melahirkan pedagogi teoritis. Kedua, untuk memungkinkan guru atau pendidik memahami, menjelaskan,membela, membenarkan, dan bila perlu memodifikasi pedagogi, yang akan melahirkan pedagogi praktis. Pedagogik praktis menempatkan dirinya dalam situasi pendidikan dan tertuju pada pelaksanaan realisasi dari cita (ideal) yang tersusun dalam ilmu mendidik teoritis. Sehingga pedagogi praktis lebih berfokus tidak hanya pada ilmu mendidik secara teoritis, namun mempelajari bagaimana agar ilmu yang dipelajari tersebut dapat diaplikasikan dalam proses pembelajaran.


Terdapat beberapa perbedaan antara guru zaman dahulu dan zaman sekarang menurut tinjauan kami, antara lain :
  • Cara mengajar yang diterapkan oleh guru zaman dulu umumnya adalah dengan menggunakan penjelasan yang kaku, hanya membaca seperti yang tertera di dalam buku saja. Sehingga, pengetahuan yang diterima siswa hanya bersumber dari sang guru itu saja. Sedangkan guru zaman sekarang lebih sering menjelaskan secara singkat materinya, lalu mempersilahkan para siswa untuk bertanya apabila ada kesulitan. Sebelumnya, siswa dituntut untuk mempelajari terlebih dahulu materi yang akan dipelajari. Agar proses belajar yang terjadi di dalam kelas mendapatkan komunikasi dua arah. Dengan cara ini, siswa jadi terpacu untuk mengembangkan pengetahuannya, tidak hanya sebatas di sekolah. Mereka dapat mengeksplorasi rasa ingin tahu mereka terhadap materi belajar dengan browsing di internet, berdiskusi ,  kursus, mengikuti seminar atau pelatihan , dan lain sebagainya. Pengetahuan yang didapat pun akan semakin banyak.
  • Kemudian, bagaimana penyampaian guru dalam memberikan nasehat kepada siswanya juga berbeda. Guru zaman dahulu biasanya sering menggunakan kalimat- kalimat yang kasar dalam mengoreksi siswanya. Ketika siswanya tidak mengerjakan tugas, atau telat masuk, dan mengganggu suasana belajar, sang guru aan menyinggung siswa tersebut berdasarkan penampilan dan latar belakang keluarganya. Bahkan tidak jarang menghukum mereka dengan tindakan yang sangat tidak terpuji. Hal ini akan membuat para siswa merasa dipermalukan di dalam kelas oleh gurunya. Sehingga yang muncul di benak mereka bukan tentang bagaimana memperbaiki diri, namun akan mengurangi respek mereka terhadap guru dan kemungkinan akan timbul rasa benci di hati mereka. Sehingga kemauan untuk belajar dengan guru tersebut pun akan hilang. Inilah yang menyebabkan siswa sering bolos di pelajaran-pelajaran tertentu , dengan guru-guru tertentu. Sedangkan perlakuan yang dilakukan guru zaman sekarang biasanya menasihati murid hanya dengan nasihat-nasihat yang halus dan tidak sampai menyinggung perasaan murid tersebut. Mendewasakan mereka secara berpikir dan bertindak, berangkat dari kesadaran diri mereka sendiri. Guru membiarkan mereka aktif dan  mandiri, serta memiliki tanggungjawab yang kuat terhadap apa yang mereka lakukan.
  • Guru zaman dahulu apabila di luar kelas, mereka akan membatasi untuk berinteraksi dengan siswanya. Sedangkan guru zaman sekarang lebih luwes dalam berinteraksi diluar kelas. Seakan akan tidak ada gap antara murid dan guru. Bahkan guru zaman sekarang dengan sangat terbuka menawarkan waktu untuk berdiskusi di luar kelas, apabila mereka sedang tidak ada urusan lain. Sehingga guru pun dapat dijadikan tempat untuk mencurahkan segala isi hati siswa tentang sekolah maupun kehidupan sehari-hari.
  • Dulu, seorang guru hanya dengan menggunakan alat tulis berupa kapur dan papan tulis, ataupun spidol dalam menjelaskan materi.  Namun untuk guru zaman sekarang, dengan kemajuan teknologi yang berkembang, mereka dapat memanfaatkan fasilitas tersebut dalam proses belajar. Contohnya, Guru zaman sekarang lebih suka menuliskan materi ajarnya di file presentasi yang nanti hasilnya bisa ditampilkan di layar menggunakan LCD proyektor. Disamping lebih praktis, cara ini bisa membantu para siswa untuk mengetahui lebih detail suatu gambar, objek, atau benda. 
Daftar Pustaka : 
Danim, Prof. Dr. Sudarwan. 2010. Pedagogi, Andragogi, dan Heutagogi. Bandung: Penerbit Alfabeta.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar